252 Siswa Rayakan Bahasa dan Sastra Daerah di Festival Tunas Bahasa Ibu 2025

Banten Today – Acara Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 (FTBI) Provinsi Banten 2025 berlangsung meriah di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang, pada Kamis (13/11).
Acara ini menjadi momen penting dalam pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dan Jawa, yang diikuti oleh 252 pelajar SD dan SMP dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Acara Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 dimulai dengan sambutan dari Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari. Hadir juga perwakilan dinas pendidikan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Para guru, pendamping, dan orang tua turut memadati ruang acara, menciptakan suasana hangat dan penuh dukungan bagi peserta.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Serang, TB. Agus Suryadin, hadir untuk menutup kegiatan secara resmi dan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan FTBI oleh Kantor Bahasa Provinsi Banten, yang dinilainya telah berhasil memantik semangat pelestarian bahasa dan sastra daerah melalui kompetisi yang kreatif dan inklusif.
Selama malam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu 2025, beberapa peserta terbaik memeriahkan panggung FTBI. Muhammad Aghits Qolby Adz Dzikry, Juara I Komedi Tunggal Bahasa Jawa Jenjang SD, berhasil mengundang tawa dan kekaguman penonton dengan penampilannya yang luwes dan penuh karakter.
Sementara itu, Pina Adelia Putri, Juara I Menyanyikan Lagu Daerah Sunda Jenjang SMP, memukau hadirin dengan vokalnya yang kuat dan penghayatan yang mendalam terhadap lagu daerah yang ia bawakan.
Pemenang dan Apresiasi di Festival Tunas Bahasa Ibu 2025
Malam puncak FTBI juga menjadi momentum pengumuman resmi pemenang seluruh kategori lomba yang meliputi tujuh bidang: menulis cerpen, menulis dan membaca puisi, mendongeng, komedi tunggal, pidato, menyanyikan lagu daerah, serta menulis dan membaca aksara pegon/kaganga.
Pengumuman pemenang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Kantor Bahasa Provinsi Banten, sehingga masyarakat luas dapat menyaksikan kebanggaan generasi muda dalam merayakan bahasa ibu mereka.
Para pemenang menerima piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkarya dalam bahasa dan sastra daerah.
Festival Tunas Bahasa Ibu tahun 2025 semakin meneguhkan pentingnya ruang-ruang publik yang berkomitmen menjaga keberlanjutan bahasa daerah. Suasana meriah yang memenuhi panggung festival menjadi bukti bahwa bahasa Sunda dan Jawa terus hidup di tangan generasi muda Banten.
